Assalamu'alaikum teman-teman, jika diberikan pilihan kalian ada di team makanan mana nih, makanan manis atau makanan yang asam-asam?? pasti kalian ada yang suka makanan yang asam bukan ? yupss makan makanan asam boleh saja tetapi jangan keseringan ya guys! :)
Nah, kali ini kita akan membahas materi tentang Asam dan Basa. Penasaran? yuk kita bahas...
Pengertian Asam dan Basa
Lavoisier memberi nama oksigen dari dua kata bahasa Yunani
yaitu oxus (asam) dan gennan (menghasilkan) yang berarti “penghasil/pembentuk
asam”. Setelah unsur klorin, bromin, dan iodin teridentifikasi dan ketiadaan
oksigen dalam asam – asam halida ditemukan oleh Sir Humphry Davy pada tahun
1810, definisi oleh Lavoisier tersebut kemudian ditinggalkan. Kimiawan Inggris pada
waktu itu, termasuk Humphry Davy berkeyakinan bahwa semua asam mengandung
hidrogen. Setelah itu pada tahun 1884, ahli kimia Swedia yang bernama Svante
August Arrhenius dengan menggunakan landasan ini, mengemukakan teori ion dan
kemudian merumuskan pengertian asam. Basa dapat dikatakan sebagai lawan dari
asam. Jika asam dicampur dengan basa, maka kedua zat itu saling menetralkan
sehingga sifat asam dan basa dihilangkan.
- Istilah asam berasal dari bahasa Latin “Acetum” yang berarti cuka, karena diketahui zat utama dalam cuka adalah asam asetat. yaitu zat yang berasa masam.
- Basa (alkali) berasal dari bahasa arab yang berarti abu. Secara umum basa yaitu zat yang berasa pahit dan bersifat kaustik. Definisi umum dari basa adalah senyawa kimia yang menyerap ion hydronium ketika dilarutkan dalam air. Basa adalah lawan dari asam, yaitu ditujukan untuk unsur/senyawa kimia yang memiliki pH lebih dari 7. Kostik merupakan istilah yang digunakan untuk basa kuat. Basa dapat dibagi menjadi basa kuat dan basa lemah. Kekuatan basa sangat tergantung pada kemampuan basa tersebut melepaskan ion OH dalam larutan dan konsentrasi larutan basa tersebut.
Teori Asam dan Basa
1. Teori Asam Basa Arrhenius (Svante August Arrhenius)
Teori asam basa Arrhenius didasarkan pada pembentukan ion dan pada
larutan berair (aqueous solution).
Ø
Asam
adalah spesies yang menghasilkan ion H+ atau H3O+ dalam larutan berair.
contoh: HCl, H2SO4, H2CO3, H3PO4,HCN, HNO3
HCl + H2O à H+ +
Cl- + H2O
Ø
Basa
adalah spesies yang menghasilkan ion OH-
dalam larutan berair.
contoh: NaOH, KOH, Ba(OH)2, Ca(OH)2
NH3 + H2O à NH4+
+ OH-
Secara umum : Asam +
Basa Garam + Air
Konsep asam basa Arrhenius terbatas hanya pada larutan air, sehingga
tidak dapat diterapkan pada larutan non-air, fasa gas dan fasa padatan dimana
tidak ada H+ dan OH-.
- Keunggulan atau kelebihan dari teori asam basa Arrhenius yaitu mampu menyempurnakan teori asam yang dikemukakan oleh Justus Von Liebig. Liebig menyatakan bahwa setiap asam memiliki hidrogen (asam berbasis hidrogen). Pernyataan ini tidak tepat, sebab basa juga memiliki hidrogen.
- Sedangkan kekurangan atau kelemahan dari teori asam basa Arrhenius yaitu :
Ø Teori asam basa Arrhenius hanya terbatas sifat asam dan basa pada molekul, belum mampu menjelaskan sifat asam dan basa ion seperti kation dan anion.
Ø Tidak menjelaskan mengapa beberapa senyawa, yang mengandung hidrogen dengan bilangan oksidasi +1 (seperti HCl) larut dalam air untuk membentuk larutan asam, sedangkan yang lain seperti CH4 tidak. Ø Tidak dapat menjelaskan mengapa senyawa yang tidak memiliki OH-, seperti Na2CO3 memiliki karakteristik seperti basa.
2. Teori Asam Basa Brønsted-Lowry (Bronsted dan Lowry)
Teori asam basa Brønsted-Lowry didasarkan pada transfer proton.
- Asam adalah spesies pemberi (donor) proton.
- Basa adalah spesies penerima (akseptor) proton.
- Amfiprotik/ Amfoter: bisa bersifat asam atau basa
Contoh : H2O, NH3, HCH3COO, H2PO4-
HCl + H2O à H3O+ + Cl-
Asam basa
H2O + NH3 à NH4+ + OH-
Asam basa
Reaksi asam basa akan menyebabkan reaksi perpindahan proton dari asam ke basa dan membentuk asam dan basa konjugasi.
Ø Asam kuat : basa konjugasi lemah
Ø Basa kuat : asam konjugasi lemah
HCl + H2O à H3O+ + Cl-
Asam1
basa1 asam2 basa2
Asam konjugasi memiliki atom H lebih banyak daripada basa konjugasinya sedangkan basa
konjugasi memiliki muatan negatif lebih banyak daripada asam konjugasinya. Semua
asam basa Arrhenius adalah asam basa bronsted lowry
H2PO4-
à
HPO42-
asam konjugasi basa konjugasi
Berdasarkan teori ini, reaksi antara gas HCl dan NH3 dapat dijelaskan
sebagai reaksi asam basa, yaitu:
HCl(g) + NH3(g) →NH4Cl(s)
simbol (g) dan (s) menyatakan zat berwujud gas dan padat. Hidrogen
khlorida mendonorkan proton pada amonia dan berperan sebagai asam.
Menurut teori BrΦnsted dan Lowry, zat dapat berperan baik sebagai asam
maupun basa. Bila zat tertentu lebih mudah melepas proton, zat ini akan
berperan sebagai asam dan lawannya sebagai basa. Sebaliknya, bila zuatu zat
lebih mudah menerima proton, zat ini akan berperan sebagai basa.
Dalam suatu larutan asam dalam air, air berperan sebagai basa.
HCl + H2O → Cl– + H3O+
asam1+basa 2 → basa konjugat1+asam konjugat2
·
Basa
konjugat dari suatu asam adalah spesi yang terbentuk ketika satu proton pindah
dari asam tersebut.
·
Asam
konjugat dari suatu basa adalah spesi yang terbentuk ketika satu proton
ditambahkan ke basa tersebut.
Dalam reaksi di atas, perbedaan antara HCl dan Cl– adalah sebuah proton,
dan perubahan antar keduanya adalah reversibel. Hubungan seperti ini disebut
hubungan konjugat, dan pasangan HCl dan Cl– juga disebut sebagai pasangan
asam-basa konjugat.
Larutan dalam air ion CO3 2– bersifat basa. Dalam reaksi antara ion
CO32– dan H2O, yang pertama berperan sebagai basa dan yang kedua sebagai asam
dan keduanya membentuk pasangan asam basa konjugat.
H2O + CO32– → OH– + HCO3–
asam1+basa 2 → basa konjugat1+asam konjugat2
Zat disebut sebagai amfoter bila zat ini dapat berperan sebagai asam
atau basa. Air adalah zat amfoter. Reaksi antara dua molekul air menghasilkan
ion hidronium dan ion hidroksida adalah contoh reaksi zat amfoter.
H2O + H2O → OH– + H3O+
asam1+basa 2 → basa konjugat1+asam konjugat2
Adapun kelebihan teori asam dan basa Bronsted – Lowry yaitu konsep yang telah disampaikan Bronsted
dan Lowry mengenai Teori Asam Basa tidak terbatas hanya pada pelarut air saja,
namun konsepnya dapat dengan jelas menjelaskan dan menerjemahkan mengenai
reaksi asam dan basa dalam pelarut air, bahkan mengenai reaksi tanpa pelarut.
Contoh : Reaksi antara asam klorida, HCl, dengan amonia, NH3 dengan
menggunakan pelarut benzena. Reaksinya seperti ini :
HCl (benzena) + NH3 (benzena) -> NH4Cl(s)
Sedangkan kekurangan teori basa dan asam Bronsted – Lowry yaitu teori
Bronsted-Lowry memiliki kelemahan yaitu tidak mampu menjelaskan alasan suatu
reaksi asam dengan basa dapat terjadi tanpa adanya transfer proton dari yang
bersifat asam ke yang bersifat basa.
3. Teori Asam Basa Lewis (Lewis)
3. Teori Asam Basa Lewis (Lewis)
Teori asam basa Lewis didasarkan pada transfer pasangan elektron.
Ø
Asam
adalah spesies penerima (akseptor) pasangan elektron.
Contohnya : H+, kation logam (Fe3+, Al3+)
Ø Basa adalah spesies pemberi (donor) pasangan elektron.
Contohnya : OH-, atom dan ion dari golongan V - VII
(F-,Cl-)
Reaksi asam basa merupakan pemakaian bersama pasangan elektron
(contohnya : pada ikatan kovalen koordinasi) dan semua asam basa Arrhenius
adalah asam basa Lewis
Adapun kelebihan teori asam dan basa Lewis yaitu:
ØTeori
asam dan basa Lewis mampu menjelaskan suatu zat memiliki sifat basa dan asam
dengan pelarut lain dan bahkan dengan yang tidak mempunyai pelarut.
Ø
Teori
asam dan basa Lewis mampu menjelaskan suatu zat memiliki sifat basa dan asam
molekul atau ion yang memiliki PEB atau pasangan elektron bebas. Contoh
terdapat pada proses pembentukan senyawa komplek.
Ø
Teori
asam dan basa Lewis mampu menerangkan dan menjelaskan suatu senyawa bersifat
basa dari
zat-zat organik, contohnya dalam DNA dan RNA didalamnya mengandung atom N, nitrogen, dimana memiliki
PEB atau pasangan elektron bebas.
Sedangkan kekurangan teori basa dan asam Lewis yaitu teori Lewis
memiliki kelemahan hanya mampu menjelaskan asam-basa yang memiliki 8 ion
atau oktet.
Sifat-sifat Asam dan Basa
Ada beberapa sifat-sifat khusus untuk membedakan suatu zat atau senyawa berupa asam atau basa yaitu :
1. Sifat Asam
Karena
Ion hidrogen mempunyai muatan positif (makanya dikasih tanda plus (+) disebelah
atas belakang H). Secara umum, Asam memiliki sifat sebagai berikut:
- Rasa masam jika dilarutkan dalam air (hanya untuk asam lemah)
- Sentuhan : terasa menyengat bila disentuh dan dapat merusak kulit (terutama jika asam pekat)
- Bersifat korosif terhadap logam. Dapat menyebabkan karat, dapat pula merusak jaringan kulit/iritasi dan melubangi benda yang terbuat dari kain, kayu atau kertas jika konsentrasinya tinggi
- Hantaran listrik : merupakan cairan elektrolit walaupun tidak selalu ionik (dapat menghantarkan listrik walau tidak selalu berbentuk ion)
- Derajat keasaman (pH) lebih kecil dari 7
- Mengubah warna lakmus menjadi berwarna merah
Sedangkan
Ion hidroksida mempunyai muatan negatif (makanya dikasih tanda minus (-)
disebelah atas belakang OH). Basa adalah lawan dari asam. Secara umum, Basa
memiliki sifat sebagai berikut:
- Rasa pahit jika dilarutkan dalam air (hanya untuk basa lemah)
- Sentuhan : terasa licin seperti sabun bila disentuh (hanya untuk basa lemah)
- Bersifat kaustik (dapat merusak jaringan kulit/iritasi)
- Hantaran listrik : dapat menghantarkan listrik (merupakan larutan elektrolit)
- Derajat keasaman (pH) lebih besar dari 7
- Mengubah warna lakmus menjadi berwarna biru
- Dalam keadaan murni umumnya berupa kristal padat
- Dapat mengemulsi minyak
Jenis-jenis Asam dan Basa
1.Jenis- Jenis Asam
Asam
terbagi dua jenis yaitu :
a. Asam Kuat yaitu
Asam yang dapat terionisasi 100% dalam larutan
Contoh :
- Asam sulfat (H2SO4)
- Asam klorida (HCl)
- Asam nitrat (HNO3)
- Asam bromida (HBr)
- Asam iodida (HI)
- Asam klorat (HClO4)
b. Asam lemah yaitu
Asam yang tidak terionisasi seluruhnya pada saat dilarutkan dalam air.
Contoh :
- Asam askorbat
- Asam karbonat
- Asam sitrat
- Asam etanoat
- Asam laktat
- Asam fosfat
Seperti
halnya asam, basa juga terbagi menjadi 2 jenis yaitu Basa Kuat dan Basa Lemah
a. Basa Kuat yaitu
Basa yang dapat terionisasi sempurna sesuai dengan unsure pembentuk basa
tersebut.
Contoh :
- Litium hidroksida (LiOH)
- Natrium hidroksida (NaOH)
- Kalium hidroksida (KOH)
- Kalsium hidroksida (Ca(OH)2)
- Stronsium hidroksida (Sr(OH)2)
- Rubidium hidroksida (RbOH)
- Barium hidroksida (Ba(OH)2)
- Magnesium hidroksida (Mg(OH)2)
b. Basa Lemah yaitu basa
tidak berubah seluruhnya menjadi ion hidroksida dalam larutan. Amonia adalah
salah satu contoh basa lemah. Sudah sangat
jelas ammonia tidak mengandung ion hidroksida, tetapi
amonia bereaksi dengan air untuk menghasilkan ion amonium dan ion hidroksida.
Akan
tetapi, reaksi berlangsung reversibel, dan pada setiap saat sekitar 99% amonia
tetap ada sebagai molekul amonia. Hanya sekitar 1% yang menghasilkan ion
hidroksida. Disebut basa lemah karena zat terlarut dalam larutan ini tidak
mengion seluruhnya, α ≠ 1, (0 <
α < 1). Penentuan besarnya konsentrasi OH- tidak dapat ditentukan langsung dari
konsentrasi basa lemahnya (seperti halnya basa kuat).
Berikut
ini contoh basa lemah :
- Gas amoniak (NH3)
- Besi hidroksida (Fe(OH)2)
- Hydroksilamine (NH2OH)
- Aluminium hidroksida (Al(OH)3)
- Ammonia hydroksida (NH4OH)
- Metilamin hydroxide (CH3NH3OH
- Etilamin hydroxide (C2H5NH3OH)
Daftar Pustaka :
Chang, R. (2003).
Kimia Dasar Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Cotton F.a, &
G. Wilkinson. (1989). Kimia Anorganik Dasar. Jakarta.
Sari, M. R.
(2015, Desember 2). Ana.Chemistry13. Retrieved from Makalah Asam Basa:
http://misschemmreng.blogspot.com/2015/12/makalah-asam-basa.html



















